SEJARAH MAZRA’ATUL ULUM

PACIRAN sebuah nama ibukota kecamatan yang letak geografisnya sangat strategis pada saat itu, dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Satu-satunya sarana untuk mengamalkan Islam bagi generasi muda saat itu hanyalah Madrasah IslamPaciran yang lokasinya berada di depan Masjid Jami’ At-Taqwa Paciran.Dalam perkembangannya para kyai dan tokoh-tokoh NU mulai berpikir bagaimana cara menyelamatkan generasi muda NU dalam mengamalkan Islam Ala Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Oleh karena itu pada tanggal 30 April 1958 didirikanlah sebuah sekolah yang diberi nama SRNU oleh para tokoh sebagai berikut : KH. Rowi, K. Sholeh, KH. Asrori, KH. Hasyim / H. Somiun, Bpk. Muadhim, dan Bpk. Musliman. Dalam perjalanannya nama SRNU lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan SRINU (Sekolah Rendah Islam NU). Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, maka pada tahun 1963 nama SRNU diubah menjadi MINU (Madrasah Ibtidaiyah NU). Oleh pengurus madrasah dengan ketua Bapak Abdul Kholiq Ismail. Bersamaan dengan itu pula lahirlah sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama PGA NU oleh Bapak Fatchur Rachman dengan dibantu oleh beberapa guru yang antara lain : Bpk. Nursalim, Bpk Husnul Khuluq, Bpk Saonan Faruq Legowo, dan Bpk. Muzayin. Sayang perjalananlembaga tersebut hanya 1 tahun, lalu kemudian bubar.Pada tahun 1964 / 1965 lahirlah Madrasah Mu’allimin Mu’allimat NU 6 Tahun± Paciran oleh pengurus madrasah yang diketuai Bapak Muadhim. Sebagai kelanjutan dari MINU tadi, namun dalam perjalanannya sangat berat sekali karena jumlah siswa yang terbatas, sehingga untuk mengikuti Ujian Negara saja ada kelas yang harus ‘berkorban’ untuk menunggu kelas bawahnya dan ambil kelas yang sudah keluar tapi belum mengikuti ujian tersebut lalu dikumpulkan menjadi satu untuk diikutsertakan Ujian Negara. Mengingat tugas pokok Bapak Muadhim sebagai ketib (pegawai KUA) di Sendang, maka pada tahun 1966 ketua pengurus diserahkan kepada Bapak K. Abdul Wahab Ismail.Kemudian pada tahun 1968 Ketua pengurus Madrasah NU Paciran dipegang oleh Bapak KH. Asyhuri Syarqowi yang pada saat itu Kepala MINU-nya sudah dipegang oleh Bapak Suhamdi Rowi, sedang Kepala Mu’allimin Mu’allimat oleh Bapak Hasan Dadang Sudarsono. Sesuai dengan hasil keputusan sidang terbatas yang dihadiri oleh : KH. Asyhuri Sarqowi, K. Husen Syarqowi, Bpk. Suhamdi Rowi, Bpk. Anwar Ghoni, Bpk. M. Hasyim Ilham, dan Bpk. Hasan Dadang Sudarsono. Dengan mengambil tempat di kediaman KH. Asyhuri Syarqowi. Nama Madrasah NU Paciran ditambah dengan kalimat yang akhirnya berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah / Mu’allimin Mu’allimat MAZRO’ATULULUM Paciran. Nama Mazro’atul Ulum diambil karena diilhami oleh lokasi sekolah yang berada di ladang / sawah daerah Mbohol atas usulan K. Husen Syarqowi. Hal ini terjadi pada tahun 1969, mengingat situasi politik pada saat itu dan GUPPI sudah mulai bergerak sedangkan para kyai dan tokoh NU tetap komitmen untuk mengamalkan Islam ala Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Kemudian pada tahun 1970-1971 ketua pengurus dipercayakan kembali kepada Bapak K. Abdul Wahab Ismail.Seiring dengan kebijaksanaan Pemerintah RI dan perkembangan jaman pada tahun 1971 perjalanan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat NU 6 Tahun berakhir dengan melahirkan lulusan angkatan Muhtarom dkk. Yang mengikuti Ujian Aliyah di PP. Bahrul Ulum Jombang tanggal 29 Oktober s/d. 5 Nopember 1975. Bersamaan dengan itu pula di Madrasah Mazro’atul Ulum Paciran juga ujian MTs angkatan Imam Wahyono dkk, sayang hasil ujian tersebut dianulir / dibatalkan oleh Pemerintah dengan alasan bahwa di Babat sudah ada Rayon MTs sebagai induk rayon di Kabupaten Lamongan, sedang Mazro’atul Uum Paciran bergabung dengan Rayon Tambak Beras Jombang. Pada tahun 1976 resmilah Mu’allimin Mu’allimat 6 Tahun berubah menjadi MTs dan MA Mazro’atul Ulum Paciran dengan ditandai penyelenggaraan ujian angkatan Imam Wahyono dkk. Dengan kemajuan dan prestasi yang diakui oleh masyarakat sekitar serta kegigihan pengurus madrasah bersama kepala sekolah dan seluruh dewan guru, maka pada tahun 1980 lahirlah TK Muslimat NU 02 Paciran dengan memanfaatkan tanah milik NU di Nggunung. Lalu pada tahun 1982 di tempat yang sama pula berdiri MI 02 dan SMA Mazro’atul Ulum Paciran. Pada tanggal 17 Agustus 1993 lahirlah Yayasan Mazro’atul Ulum Paciran dengan ketua KH. Muhammad Zahidin. Kemudia sejak tahun 2000 s/d sekarang Pengurus LP. Mazro’atul Ulum Pacirandipercayakan kepada KH. Ahmad Suhamdi Rowi, SH. MP.d. Dan dalam rangka pengembangan pendidikan pada tahun 2005/2006 berdirilah TK Muslimat NU 03 Filial Penanjan.(*)

*) Dikutip dari beberapa sumber

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s